DASAR ILMU LINGKUNGAN (DIL) 2017
(DIL)

Dasar Ilmu Lingkungan merupakan nama baru bagi nama matakuliah Pengetahuan Lingkungan.

Tahukah Anda mengapa Ilmu Lingkungan (yang secara salah kaprah puluhan tahun bernama Pengetahuan Lingkungan) dibelajarkan kepada mahasiswa? Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia/orang terhadap alam sekitar atau lingkungannya yang pada umumnya tidak tertulis, sedangkan ilmu adalah kumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematis dan pada umumnya telah ditulis dan diuji oleh para ahli. Pengetahuan adalah hasil proses tahu, sedangkan Ilmu adalah pengetahuan yang tersusun berdasarkan metode tertentu dengan ketat dan telah diuji dengan metode ilmiah yang sistematis. Contoh pengetahuan orang mengenal berbagai pengobatan tradisional yang belum mengalami pengujian yang ketat dan mereka umumnya memerolehnya dari pengalaman nenek moyana, sedangkan contoh ilmu orang mengekstrak daun/buah/kulit pohon kemudian dianalisis dan dieksperimenkanĀ  di laboratorium dengan menggunakan hewan uji atau pada manusia sehingga akhirnya dilaporkan dan menjadi ilmu yang berasal dari ekstrak tumbuhan/hewan. Jadi, meskipun berasal dari sumber yang sama yakni dari tumbuhan jika tumbuhan tersebut sekedar merupakan sesuatu yang dituruntemurunkan dari nenek moyang kita dan belum dilakukan eksperimen dan pengujian yang ketat maka ini masih merupakan pengetahuan. Sebaliknya, jika orang sudah menyelidiki mendalam dengan pengujian yang ketat sehingga terbukti bahwa hal tersebut telah menyebabkan berkurangnya penyakit tertentu maka hal tersebut dikatakan sebagai ilmu pengetahuan. Ilmu lingkungan ini dibelajarkan dengan maksud agar mahasiswa dapat memahami berbagai persoalan dalam lingkungan (baik lingkungan global, regional, nasional maupun lingkungan lokal) dan berbagai prinsip pencegahan dan pengatasan berbagai persoalan lingkungan tersebut. Pada gilirannya, persoalan lingkungan yang meningkat akan dapat dikurangi dan bahkan ditiadakan. Oleh karena itu, para mahasiswa harus senatiasa mencari isu terbaru mengenai berbagai persoalan lingkungan (yang masih berupa pengetahuan di masyarakat) dan berbagai upaya pencegahan dan penanggulangannya yang senantiasa akan mereka hadapi dalam kehidupan ini dan kemudian dilaporkan di seminar/konferensi kelas atau yang lebih tinggi maka hal ini dikatakan mahasiswa sedang membuat ilmu. Bahkan mahasiswa sebagai agent of change harus senantiasa mencari upaya dalam menanggulangi berbagai persoalan lingkungan dan upaya baru yang dapat mereka usulkan sehingga beban masyarakat akan persoalan lingkungan menjadi berkurang yang pada gilirannya mahasiswa akan dapat membuat ilmu. Oleh karena itu,pelajari dengan baik berbagai metode pembuatan ilmu alias metode penelitian yang telah dikembangkan oleh para pakar--terutama penelitian kuantitatif. Peneltiain kuantitatif yang dapat dilaksanakan mahasiswa dengan desain survei atau eksperimen. Oleh karena itu, para mahasiswa akan diperkenalkan model pembelajaran yang tidak hanya menggunakan diskusi-persentasi (seminar) tapi mereka memulai langkah baru untuk menggunakan model project-based learning atau research-based learning (RBL). RBL merupakan upaya mahasiswa dalam mencari masalah, mengkajinya secara teoritis, mencari jawaban di lapangan dengan metode yang dipelajari, melaporkan hasil dan membahasnya, dan menarik simpulan dan saran serta yang terakhir mempresentasikan di depan kelas serta merevisi dan membuat laporan diskusi. Model ini telah dan sedang Anda lakukan dalam mengumpulkan dan mengerjakan tugas kelompok mingguan. Oleh karena itu, tugas ini kerjakan dengan senang hati dan biasakan tepat waktu dan mengikuti perkembangan mutakhir dari berbagai jurnal internasional (yang banyak) dan jurnal nasional dalam rangka menulis makalah tersebut.